Sabtu, 16 November 2019

BLOG DITA DESTRIANI

BAB 2
KERANGKA KONSEPTUAL PELAPORAN KEUANGAN
Diajukan kepada Ibu Safitri Akbari, SE., M.Ak.
Untuk memenuhi tugas mata kuliah 
Akuntansi Keungan Menengah


Disusun Oleh :
DITA DESTRIANI
2018114023
S1 SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI AKUNTANSI



SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
UNIVERSITAS CIC
2019








KERANGKA KONSEPTUAL

kerangka konseptual (conceptual framework) menetapkan konsep yang mendasari pelaporan keuangan. kerangka konseptual adalah sistem konsep yang koheren yang mengalir dari tujuan. tujuan tersebut mengindentifikasi tujuan pelaporan keuangan. konsep lainnya memberikan paduan untuk
 (1) mengindentifikasi batasan laporan keuangan
 (2) memilih transaksi, peristiwa lain, dan kondisi yang akan disajikan
 (3) bagaimana peristiwa diakui dan diukur
 (4) bagaimana peristiwa harus dirangkum dan dilaporkan

KEBUTUHAN KERANGKA KONSEPTUAL

kerangka konseptual dibutuhkan untuk, 
pertama, agar menjadi berguna, pembuatan aturan harus dibangun dan berkaitan dengan konsep-konsep yang dibangun. kerangka konseptual yang bauk akan memungkinkan IASB untk mengeluarkan pernyataan yang lebih berguna dan konsisten dari waktu ke waktu sehingga menghasilkan seperangkat standar yang koheren. 

kedua, sebagai hasil dari kerangka konseptual yang dikembangkan dengan baik, profesi harus mampu lebih cepat memecahkan masalah praktis baru dan sedang berkembang dengan mengacu pada kerangka teori dasar yang ada.

PENGEMBANGAN KERANGKA KONSEPTUAL

IASB dan FASB memiliki kerangka konseptual, kerangka konseptual IASB dijelaskan dalam dokumen, "kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan".
kerangka konseptual FASB dikembangkan dalam serangkaian pernyataan konsep, yang umumnya disebut sebagai kerangka konseptual. IASB dan FASB ssat ini bekerja pada sebuah proyek bersama untuk mengembangkan kerangka konseptual umum yang baik dan memberikan dasar yang kuat untuk mengembangkan standar akuntansi dimasa depan.
[1] kerangka dasar tersebut adalah penting untuk memenuhi tujuan dewan standar untuk mengembangkan standar yang berbasis prinsip, konsisten secara internal, dan koveregen secara internasional, dan yang mengaruh pada peloporan keungan yang menyediakan informasi yang diperlukan investor untuk membuat keputusan yang kuat dan efektif.

TINGKAT PERTAMA: TUJUAN DASAR

tujuan pelaporan keuangan (objective of financial reporting)  merupakan dasar dari framework. aspek lain dari framework-karekteristik kualitatif, unsur laporan keuangan, pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan-mengalir secara logis dari tujuan. 
tujuan pelaporan keuangan untuk tujuan umum adalah memberikan informasi keuangan tentang entitas pelaporan yang berguna untuk investor ekuitas saat ini dan potensial, pemberi pinjaman, dan kreditor lain untuk membuat keputusan dalam kapasitas mereka sebagai penyedia modal.



TINGKAT KEDUA: KONSEP DASAR

tingkat kedua memberikan blok pembangun konseptual yang menjelaskan karektersitik kualitatif dari informasi akuntansi dan menentukan unsur-unsur laporan keuangan. artinya, tingkat kedua membentuk jembatan antar mengapa akuntansi(tujuan) dan bagaimana akuntansi (pengakuan, pengukuran,dan penyajian laporan keuangan).

karekteristik kualitatif informasi akuntansi

IASB mengindetifikasi karekterisitik kualitatif informasi akuntansi yang dibedakan menjadi informasi yang lebih baik (lebih berguna) dari informasi yang kurang bermutu (kurang berguna) untuk tujuan pengambilan keputusan. selain itu, IASB mengindentifikasi kendala tertentu (biaya dan materialitas) 

Kualitas Dasar -Relevansi

Relevansi adalah salah satu dari dari dua kualitas dasar yang membuat informasi akuntansi berguna untuk pengambilan keputusan. 
agar relevan informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan dalam keputusan. informasi yang tidak terkait dengan keputusan merupakan informasi yang tidak relevan. 
informasi keuangan memiliki nilai yang prediktif jika informasi tersebut memiliki nilai sebagai masukan (input) untuk proses prediksi yang digunakan oleh investor membentuk harapan mereka sendiri tentang masa depan. 

            materialitas adalah aspek relevansi dari perusahaan tertentu. informasi dianggap material jika mengabaikan atau salah menyatakan yang bisa memengaruhi pengguna dalam membuat keputusan atas dasar informasi keuangan yang telah dilaporkan. perusahaan perorangan akan menentukan apakah informasi dianggap material karena sifat dan/atau besarnya informasi yang berkaitan ini perlu dipertimbangkan dalam konteks laporan keuangan perusahaan tersebut.
singkatnya, informasi harus membuat perbedaan atau perusahaan tidak perlu mengungkapkan hal itu.
menilai materialitas adalah salah satu aspek yang lebih menantang dari akuntansi karena memerlukan evaluasi ukuran relatif dan kepetingan. 
            dengan kata lain, perusahaan harus mempertimbangkan faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif dalam menentukan apakah pos adalah material.
            oleh karena itu umumnya tidak layak untuk menentukan ambang batas kuantitatif yang sama dimana pos akan menjadi material. sebaliknya, penilaian materialitas harus dilakukan dalam konteks sifat dan jumlah pos. faktor-faktor materialitas juga menghasilkan berbagai keputusan akuntansi internal yang besar. dengan melaksanakan penilaian dan keahlian profesional yang baik akan dapat menemukan jawaban yang layak dan tepat. yang merupakan materialitas yang dapat digunakan dengan wajar.

Kualitas Dasar -Penyajian Jujur

Penyajian jujur adalah kualitas dasar kedua yang membuat informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan akuntansi. penyajian jujur dan komponen terkait kualitas dasar ini ditunjukan berikut ini.


           penyajian jujur berarti bahwa angka-angka dan penjelasan sesuai dengan apa yang benar-benar ada atau terjadi. penyajian jujur adalah suatu keharusan karena sebagian besar pengguna tidak memiliki waktu atau keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi. 
           kelengkapan, kelengkapan bahwa tersedianya semua infromasi yang diperlukan untuk penyajian jujur. kelalaian dalam mencantumkan dapat menyebabkan informasi menajdi tidak benar atau menyesatkan sehingga tidak akan membantu pengguna laopran keuangan.
          Netralitas, netralitas berarti bahwa perusahaan tidak dapat memilih informasi untuk mendukung sekelompok pihak yang berkepentingan atas pihak yang lain. 
          Bebas dari Kesalahan, bagian dari informasi bebas kesalahan akan menjadi penyajian dari bagian keuangan yang lebih akurat(tulus atau jujur). namun, penyajian jujur bukan berarti terbebas secar total dari kesalaham. hal ini karena sebgaian besar pengukuran pelaporan keuangan meliputi perkiraan berbagai jenis yang menggabungkan penilaian manajemen. 

Peningkatan Kualitas

peningkatan karekteristik kualitatif menjadi pelengkap terhadap karekteristik kualitatif pokok. karekteristik ini membedakan informasi yang lebih berguna dari informasi yang kurang berguna. 


          Dapat dibandingkan. informasi yang diukur dan dilaporkan dengan cara yang sama untuk perusahaan yang berbeda dianggap sebanding. dapat dibandingkan atau komparabilitas memungkinkan pengguna untuk mengindentikasi kesamaan dan perbedaan yang nyata dalam peristiwa ekonomi antar peruahaan.
          Dapat diverifikasi. dapat diverifikasi terjadi pada saat pengukur independen, menggunakan metode yang sama, medapatkan hasil yang sama.  dapat diverifikasi terjadi salam situasi swbagai berikut.
1. dua orang auditor independent menghitung persediaan PepsiCo dan mempeoleh jumlah kuantitas fisik persediaan yang sama. verifikasi jumlah untuk aset dilakukan dengan hanya menghitung persediaan (disebut sebagai verifikasi langsung)
2. dua orang auditor independent menghitung nilai persediaan PepsiCo pada akhir tahun dengan menggunakan mentode penilain persediaan FIFO. nverifikasi dapat terjadi dengan memeriksa input (kuantitas dan biaya) dan menghitung kembali output (nilai persediaan akhir) menggunakan konvensi atau metodologi akuntansi yang sama (disebut verifikasi tidak langsung)
          Tepat waktu. Tepat waktu berarti memiliki informasi yang tersedia bagi pengambil keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kemampuannya untuk memengaruhi keputusan. memiliki informasi yang relevan yang tersedia cepet dapat meningkatkan kapasitasnya untuk mempengaruhi keputusan, dan ketidaktepatan waktu dapat merenggut informasi dari kegunaanya. 
          Dapat dipahami. pengambil keputusan memiliki beragam jenis keputusan yang mereka buat, bagaimana mereka membuat keputusan, informasi yang sudah mereka miliki atau dapat dipperoleh dari sumber-sumber lain, dan kemampuan mereka untuk memproses informasi. agar informasi menjadi berguna, harus ada hubungan (keterkaitan) antara pengguna dan keputusan yang dibuat.  hubungan ini, dapat dipahami adalah kualitas informasi yang memungkinkan pengguna yang cukup terinformasi melihat signifikannya. dapat dipahami ditingkatkan ketika informasi diklasifikasikan, dicirikan, dan disajikan dengan jelas dan ringkas.       


Unsur Dasar

kerangka dasar IASB mendefinisikan lima unsur yang saling terkait yang paling langsung berhubungan dengan pengukuran kinerja dan status keuangan perusahaan bisnis. unsur-unsur tersebut berikut ini untuk tujuan peninjauan dan informasi,  


ASET. sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari manfaat ekonomi perusahaan diharapkan akan diperoleh di amsa depan.
LIABILITAS. utang perusahaan masa kini dari entitas yang timbu dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya di harapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.
EKUITAS. hal residual atas aset perusahaan setelah dikurangi semua liabilitas.
PENGHASILAN. kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.
BEBAN. penurunan manfaat ekonomi suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya liabilitas yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.


TINGKAT KETIGA: PENGAKUAN, PENGUKURAN, DAN KONSEP PENGUNGKAPAN

tingkat ketiga dari kerangka dari konsep yang menerapkan tujuan dasar dari tingkat pertama. konsep-konsep ini menjelaskan bagaimana perusahaan harus mengakui, mengukur, dan meloporkan unsur dan peristiwa keuangan. 
berikut ini identifikasi konsep-konsep sebagai asumsi dasar, prinsip, dan kendala. 

Asumsi Dasar
lima asumsi dasar yang mendasari struktur akuntansi keuangan
1. entitas ekonomi
2. kelangsungan usaha
3. unit moneter
4. periodisitas
5. basis akrual

berikut pembahasannya


  • ASUMSI ENTITAS EKONOMI

asumsi entitas ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dapat diindentifikasi dengan unit akuntabilitas tertentu. 


  • ASUMSI KELANGSUNGAN USAHA

Bahwa perusahaan akan memilki umur panjang. meskipun banyak kegagalan bisnis, sebagaian besar perusahaan memiliki tingkat kelangsungan yang cukup tinggi. 
asumsi ini memliki implikasi yang signifikan. kebijakan penyusutan dan amortisasi dibenarkan dan sesuai hanya jika kita menggap beberapa ketetapan pada perusahaan. asumsi kelangsungan usaha diterapakan pada sebagian besar situasi bisnis. asumsi ini tdak diterapkan hanya jika likuidasi atau segera terjadi. 


  • ASUMSI UNIT MONETER

berarti bahwa uang adalah penyebut umum dari aktivitas ekonomi dan memberikan dasar yang teepat untuk pengukuran dan analisis akuntansi. artinya, unit moneter adalah cara yang paling efektif mengungkapkan perubahan pihak yang berkepentingan dalam modal dan pertukaran barang dan jasa. Unit moneter bersifat relevan, sederhana, tersedia secara universal, dimengerti, dan berguna. 
penerapan asumsi ini tergantung pada asumsi yang lebih mendasar bahwa data kuantitatif berguna dalam mengkomunikasikan informasi ekonomi dan dalam mebuat keputusan ekonomi yang rasional. 


  • ASUMSI PERIODISITAS

asumsi periodisitas atau periode waktu menunjukan bahwa perusahaan dapat membagi kegiatan ekonomi kedalam beberapa periode waktu artifisial. periode waktu ini bervariasi, tetapi yang paling umum adalah bulanan, triwulanan, tahunan.
masalah dalam mendefinisikan periode waktu menjadi lebih serius ketika siklus produk yang singkat
dan produk lebih cepat menjadi usang. banyak yang percaya bahwa, mengingat kemajuan teknologi, perusahaan perlu memberikan informasi keuangan real-time dan online untuk menjamin ketersediaan informasi yang relevan. 


  • AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL

berarti bahwa transaksi yang mengubah laporan keuangan perusahaa dicatat pada periode dimana peristiwa itu terjadi. 
Alternatif basis akrual adalah basis kas, dalam akuntansi basis kas perusahaan mencatat pendapatan hanya kas diterima, perusahaan mecatat hanya pada saat kas dibayarkan. akuntansi babsi kas tidak diperbolehkan berdasarkan IFRS, karena tidak mecatat pendapatan sesuai dengan prinsip pengakuan pendapatan. demikian pula, tidak mencatat beban pada saat terjadinya, yang melanggar prinsip pengakuan beban. 
laporan keuangan disusun dengan basis akrual dengan menginformasikan pengguna hanya tidak transaksi masa lalu yang melibatkan pe,bayaran dan penerimaan kas, tetapi juga kewajiban membayar tunai dimasa depan dan sumber daya yang merupakan kas yang akan diterima dimasa depan. oleh karena itu, laporan keuangan yang disusun berbasis akrual menyediakan jenis informasi tentang transaksi masa lalu dan peristiwa lainnya yang paling berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. 


Prinsip Dasar Akuntansi
pada umumnya kita menggunakan empat dasar prinsip akuntansi

PRINSIP PENGUKURAN 
·          Biaya perolehan umumnya dianggap sebagai penyajian jujur dari jumlah yang dibayarkan untuk item tertentu.
·         Nilai wajar adalah “jumlah di mana aset dapat dipertukarkan, liabilitas dapat diselesaikan, atau instrumen ekuitas yang diberikan dapat dipertukarkan, antara pihak yang memiliki cukup pengetahuan dalam transaksi wajar.”
·         IASB juga telah mengambil langkah tambahan yang memberikan perusahaan pilihan untuk menggunakan nilai wajar sebagai dasar pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan.

dengan standar menganggap nilai wajar lebih relevan daripada biaya historis dalam situasi ini karena mencerminkan nilai setara kas kini dari instrumen keuangan. akibatnya sekarang perusahaan memliki pilihan untuk mencatat nilai wajar diakun perusahaan untuk sebagian besar instrumen keuangan, termasuk pos pos seperti piutang, investasi, efek utang dan liabiitas keuangan.
beberapa pihak menentang pengukuran menggunakan nilai wajar. mereka berpendapat bahwa pengukuran berdasarkan nilai wajar meningkatkan subjektivitas dalam laporan akuntansi, ketika nilai wajarnya tidak tersedia.


PRINSIP PENGAKUAN PENDAPATAN
pendapatan diakui jika terdapat besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan akan diperoleh perusahaan dan dapat dilakukan pengukuran yang dapat diandalkan dari jumlah pendapatan yang dimungkinkan.


selama produksi. perusahaan dapat mengakui pendapatan sebelum menyelesaikan pekerjaan dalam kontrak konstruksi jangka panjang tertentu.
perusahaan mengakui pendapatan secara periodik berdasarkan presentasi penyelesaian pekerjaan tersebut. 
akhir produksi  perusahaan dapat mengakui pendapatan setelah penyelesaian siklus produksi, tetapi sebelum penjualan terjadi.
setelah penerimaan kas. penerimaan kas adalah dasar lain untuk pengakuan pendapatan. perusahaan hanya ketika penagihannya tidak pasti pada saat penjualan.

PRINSIP PENGAKUAN BEBAN
arus keluar atau “penggunaan” lain dari aset atau munculnya liabilitas (atau gabungan keduanya) selama periode sebagai akibat dari pengiriman atau produksi barang dan/atau penyediaan jasa.


biaya umum diklasifikasikan menjadi dua kelompok: 
  1. biaya produk seperti pada gambar. perusahaan membebankan biaya tersebut pada periode mendatang jika perusahaan mengakui pendapatan dari produk dalam periode berikutnya.
  2. biaya periode seperti pada gambar. perusahaan membebankan biaya tersebut pada periode terdekat, meskipun manfaat yang terkait dengan biaya tersebut dapat terjadi di masa depan. karena, perusahaan tidak dapat menentukan hubungan langsung antara biaya periode dengan pendapatan. 

PRINSIP PENGAKUAN PENUH
memberikan informasi yang cukup penting untuk memengaruhi penilaian dan keputusan pengguna yang diinformasikan.
Diberikan melalui:
  1. Laporan Keuangan. terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi atau laporan laba rugi komprehensif, laporan arus kas, dan perubahan ekuitas. 
  2. Catatan atas Laporan Keuangan. umumnya menegaskan atau menjelaskan pos pos yang disajikan dalam bagian utama laporan keuangan. jika bagian utama laporan keuangan memberikan gambaran yang tidak lengkap tentang kinerja atau posisi perusahaan, maka catatan atas laporan arus kas harus memberikan informasi tambahan yang diperlukan. 
  3. Informasi tambahan. dapat mencangkup perincian atau jumlah yang menyajikan sudut pandang yang berbeda dari yang digunakan pada laporan keuangan. informasi tambahan juga dapat mencangkup penjelasan manajemen atas informasi keuangan dan pembahasan manajemen tentang signifikan informasi keuangan tersebut.                                                                                       
KENDALA
Kendala Biaya
biaya penyediaan informasi harus dipertimbangkan terhadap manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaannya.
kesulitan dalam analisis biaya adalah bahwa biaya dan terutama manfaat tidak selalu jelas dan terukur. biaya terdiri dari beberapa macam
biaya pengumpulan dan biaya pengolahan, biaya penyebaran, audit, potensi litigasi, pengungkapan kepada pesaing, serta analisis dan interpretasi.
Materialitas – informasi dianggap jika mengabaikan atau salah menyatakan yang bisa memengaruhi atau mengubah penilaian pengguna. 

RINGKASAN STRUKTUR


POJOK KONVERGENSI

FAKTA RELAVAN

  • Kerangka konseptual yang mendasari U.S. GAAP dan IFRS ini sangat mirip.
  • Kerangka konvergensi harus menjadi satu dokumen tunggal, tidak seperti dua kerangka konseptual yang saat ini sudah ada.
  • IASB dan FASB memiliki prinsip pengukuran yang sama, berdasarkan biaya historis dan nilai wajar. Namun, U.S. GAAP memiliki pernyataan konsep untuk memandu estimasi nilai wajar ketika data terkait pasar tidak tersedia (Statement of Financial Accounting Concepts No. 7, “Menggunakan Informasi Arus Kas dan Nilai Sekarang dalam Akuntansi”). IASB sedang mempertimbangkan usulan untuk memberikan pedoman yang lebih luas pada estimasi nilai wajar


SUMBER BUKU: 
KIESO WEYGANDT WARFIELD
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 
EDISI IFRS